| Beragam Karya Seni Lukis Pada Media Payung Dipamerkan Dalam Festival Payung Indonesia 2026 Di Balekambang, Surakarta, Sabtu (5/9/2026). |
SURAKARTA — Pmerintah Kota Tangerang terus memperluas promosi potensi budaya dan ekonomi kreatif ke tingkat nasional. Hal tersebut dilakukan Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, saat menghadiri Festival Payung Indonesia 2026 yang berlangsung di Balekambang, Surakarta, Jawa Tengah, pada 4–6 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Maryono memperkenalkan Festival Cisadane sebagai salah satu agenda budaya unggulan Kota Tangerang yang tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas masyarakat serta menggerakkan sektor ekonomi kreatif.
Festival yang diselenggarakan Mataya Arts & Heritage itu mempertemukan berbagai seniman, pelaku ekonomi kreatif, pengelola festival, serta pegiat budaya dari dalam dan luar negeri. Salah satu agenda yang diikuti Maryono adalah Festival Futures Forum dengan tema “Dari Festival Lokal Menuju Dampak Global”.
Menurut Maryono, keikutsertaan Kota Tangerang dalam forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah sekaligus membangun jejaring dengan pelaku budaya dari berbagai wilayah.
“Kami sangat bangga bisa membawa nama Kota Tangerang dan memperkenalkan Festival Cisadane di ruang yang mempertemukan banyak pelaku budaya dari berbagai daerah dan negara,” ujar Maryono.
Tidak hanya memperkenalkan festival, Pemkot Tangerang juga membawa sejumlah produk UMKM unggulan serta dokumentasi perjalanan Festival Cisadane. Berbagai karya tersebut dipamerkan di Ruang Pameran Dokumentasi Festival sebagai gambaran perkembangan kreativitas dan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Tangerang.
Kehadiran Kota Tangerang semakin mendapat perhatian melalui karya seniman lokal Edi Bonetski. Ia menjadi salah satu pengisi resmi Festival Payung Indonesia 2026 dengan menampilkan karya seni lukis yang dituangkan pada media payung.
Festival tersebut juga diramaikan oleh karya dan partisipan dari sejumlah negara, seperti Thailand, India, dan Korea Selatan. Pertemuan berbagai budaya ini menjadi ruang bagi para pelaku kreatif untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas wawasan.
Maryono menilai forum budaya seperti Festival Payung Indonesia memiliki peran penting dalam mendorong perkembangan ekosistem ekonomi kreatif. Menurutnya, promosi budaya tidak hanya berkaitan dengan pengenalan karya, tetapi juga dapat membuka peluang kerja sama dan akses pasar baru.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh dari festival tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi bagi pengembangan kegiatan budaya dan ekonomi kreatif di Kota Tangerang.
“Keterlibatan dalam forum ini juga memberikan insight dan gagasan baru yang bisa kita bawa pulang untuk memperkuat ruang kreativitas di Kota Tangerang,” katanya.
Keikutsertaan Pemkot Tangerang dalam Festival Payung Indonesia 2026 menjadi bagian dari strategi memperluas jaringan promosi budaya dan pariwisata. Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal untuk memperkenalkan produknya ke pasar yang lebih luas.
Maryono menegaskan bahwa Pemkot Tangerang akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kreativitas masyarakat agar mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Semakin luas kita memperkenalkan karya dan potensi Kota Tangerang, semakin besar pula peluang untuk berkembang,” pungkasnya. (Red).
No comments:
Post a Comment